Selamat datang di Poltekpos.forumid.net Smile

Untuk saat ini konten kami hanya bisa diakses oleh member..
silahkan mendaftar (register) ,Jika anda sudah menjadi member kami silahkan login terlebih dahulu

Yang jomblo masuk

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Yang jomblo masuk

Post by Jajang_Mustofa on Sun Oct 30, 2011 12:37 am

Jombloplicated

Menggambarkan situasi ketika status “Jomblo” membuat
kita serasa naik roller coaster; terbanting antara satu rasa ke rasa
yang lain; kadang galau, nggak santai, cenat-cenut, tapi juga sesekali lega,
enjoy. Nah,ribet kan gambarin perasaan tumpang tindih kayak benang kusut
masai begitu.

Asal tapi engga ngasal, menurut Kamus Bahasa Indonesia Sehari-hari. Pada
mulanya adalah “jomlo”—nggak pakai “b”. Jomlo itu artinya perempuan tua.
Lalu entah kenapa, terjadilah metamorfosa dari “jomlo” ke “jomblo”—pakai
“b”. Artinya pun bukan lagi perempuan tua, tapi setiap orang—bisa cewek,
bisa cowok—yang nggak atau belum punya pasangan hidup walau sudah
cukup umur.

Dulu, jomblo—apalagi kalau yang menyandang itu perempuan—dianggap
sebagai status yang “janggal bin aneh”, bahkan memalukan, karenanya
kalau bisa harus disembunyikan. Dari situasi seperti itu kemudian muncul
ungkapan bernada ngenyek (ngejek): “perawan tua” dan “perjaka over dosis”.

Sekarang, jomblo nggak lagi dianggap “seaneh” dan “sememalukan” dulu.
Ya, ada juga sih orang yang masih memandang kejombloan itu secara
negatif; dengan curiga dan sinis. Tapi, umumnya orang relatif lebih bisa
menerima kehadiran para jomblo itu. Bisa jadi ini sebagai salah satu
dampak modernisasi. Orang makin maju, makin pintar, makin sibuk, makin
nggak mau repot-repot ngurusin hajat hidup orang lain (wong ngurus urusan
sendiri saja sudah repot ampun-ampunan, ngapain pula usil dengan urusan
orang lain kan?! Kecuali yang usilnya kebangetan).

Bisa juga karena perbedaan jumlah antara cewek dan cowok sudah
sedemikian lebar—selebar jurang pemisah antara si kaya dan si miskin di
negeri ini. Mungkin satu berbanding tiga, atau bahkan empat. Jadi, nggak
heran kalau makin banyak orang yang, suka nggak suka, enak nggak enak,
memilih ngejomblo. Akibatnya, orang pun jadi biasa saja dengan sosok para
jomblo.




Bahkan, ada juga lho yang bangga dengan kejombloannya. Dari mereka
yang bangga-bangga itulah kemudian muncul singkatan-singkatan super-
reatif seperti Jojoba (Jomblo-jomblo Bahagia), Ijo Lumut (Ikatan Jomblo
Lucu dan Imut), Kejora (Kelompok Jomblo Ceria), dan Joker’s (Jomblo Keren
Sekali).


Banyak Jalan Menuju Jomblo (alasan ngejomblo)



Ada banyak alasan kenapa orang ngejomblo. Ada yang karena memang
sudah pilihan. Jadi, kesempatan sih sebenarnya ada. Kesiapan mental,
spiritual, dan material juga oke. Cuma ya, nggak mau saja. No way-lah.

Nah, nggak maunya itu bisa karena ingin konsentrasi dengan studi atau
karier. Nggak mau diganggu dengan segala urusan tetek dan bengek.
Bisa karena ingin total mengabdi panggilan dan pelayanan. Misalnya,
ngurusinanak jalanan, atau pergi ke daerah terpencil dan melayani suku
terasing di sana.

Atau, bisa juga karena ingin setia menanti cinta “sang tambatan hati”.
Biarpun doi sudah punya “gandengan” (emangnya truk)
alias nggak sendiri lagi. Prinsipnya, sebelum “janur melengkung” (married
maksudnya) penantian jalan terus. Bahkan, andaikan pun nanti sang janur
akhirnya melengkung juga : “kutunggu jandamu!” (kalau
cewek, ya “kutunggu dudamu!”). Pokoknya, seperti lagunya Jikustik: “Walau
harus menunggu seribu tahun lamanya... Hedeeeeww!!” Lha habis gimana,
sudah cinta setengah mati setengah hidup sama doi. Nggak bisa pindah ke lain hati.

(Apa pun alasan orang memilih ngejomblo, kita perlu menghargainya.
Jangan malah sinis atau berprasangka yang nggak-nggak. Ngejomblo atau
nggak itu hak asasi setiap orang. Hak asasi berarti hak yang diberikan oleh
Tuhan karena kita manusia. Sama dengan hak untuk hidup, hak untuk
diperlakukan secara adil dan beradab, atau hak untuk dicintai dan
mencintai). cihhhhh....

Kebiasaan Jomblo yang Nggak Efektif

NEGATIVE THINKING



Misalnya, pas kita lagi jalan sendiri tahu-tahu ada yang
tanya, “Kok sendirian?” Langsung kita bereaksi: “Sudah tahu
sendirian, pakai tanya-tanya. Mentang-mentang gua jomblo.
Ngejek ya?!” Atau, ketika kita lihat ada orang lain yang
sedang mengamati kita dalam-dalam. Lalu reaksi kita
mencak-mencak: “Kenapa sih lihat-lihat?! Aneh ya, gua
jomblo. Dasar, tamblo loe” (*tamblo = tampang bloon).

Kalau sudah dikuasai pikiran negatif, maka segala
sesuatu akan disikapi dengan negatif pula. Ibarat kata,
seperti orang yang pakai kacamata hitam; semua yang
dilihatnya jadi serba buram dan suram.


CITRA DIRI YANG NEGATIF



“Siapalah saya ini. Sudah tampang pas-pasan. Nggak
kaya. Nggak pinter. Nggak bisa apa-apa. Pokoknya nggak
ada yang bisa dibanggakanlah. Mana ada yang mau sama
saya. Seandainya saya jadi orang lain pun, nggak bakalan
saya mau punya pacar kayak saya begini. Nyusahin diri aja,
kayak naruh kutu di kepala sendiri; bikin hidup nggak lagi
hidup.”

Hati-hati lho, gambaran atau pikiran kita tentang diri
sendiri itu sangat besar pengaruhnya terhadap
kepribadian dan tindakan kita. Sama dengan makanan yang
masuk ke perut kita; menentukan sehat nggaknya tubuh
kita. Citra diri kita juga begitu; menentukan apakah kita
akan menjadi pribadi yang optimistis atau pesimistis,
percaya diri atau rendah diri, punya vitalitas hidup atau
loyo alias hidup segan mati nggak mau, murah senyum atau
selalu merengut.


RUMPUT DI HALAMAN RUMAH TETANGGA KELIHATAN LEBIH HIJAU



“Duh, enak bener yang punya pacar. Ke mana-mana ada
yang nemenin. Ada yang perhatiin and diperhatiin. Ada
shoulder to cry on kalau dada lagi sumpek pikiran butek.

Orang seperti ini selalu nganggep hidup orang lain tuh
lebih enak, lebih afdol, lebih nikmat, lebih segalanya. Lalu,
mulailah dia berandai-andai; seandainya hidup gue kayak
hidup dia, dunia gue kayak dunia dia…

So, jangan heran kalau yang sudah punya pacar pun bisa
mikir begini: “Duh, enak nian ngejomblo (Nah loh). Bisa bebas
sebebas burung di udara. Bisa asyik seasyik ikan berenang
di lautan luas. Bisa nikmat senikmat nyeruput teh hijau
hangat di senja hari dengan camilan kacang dan ubi rebus
plus iringan musik kecapi suling Cianjuran. Hadeeuuhh, apa
coba hubungannya?!#@^#$%.


BERSELUBUNG TOPENG



“Hahh! Gue naksir dia?! Idihh, amit-amit. Fitnah
keji dari mana itu?! Sorry aje ye, dibayar goceng pun nggak
bakalan gue ambil!” (Sebenarnya: aku sih okelah sama dia.
Tapi ya gimana, dia-nya cuek banget begitu. Masak aku
perlu nyodor-nyodorin diri. Nggak lah yauuw.

Padahal, apa salahnya bilang, “Dia-nya cuek begitu, mana
berani gue, Bo…!!” Kalau bilangnya: amit-amit, dibayar
goceng pun gua gak bakalan ambil, ternyata dia tuh
sebenarnya ngesir juga sama kita, cuma dianya pemalu
banget, jadinya pasang sikap cuek kayak bebek hamil muda.
Nggak mau ketahuan isi hatinya. Sok jaim alias jaga image.
Sok cool dan calm. Gimana?!

So, tanggalkanlah topeng itu. Apa adanya aja. Minimal
jujur pada diri sendiri. Toh, naksir, senang, atau kagum
sama seseorang itu wajar kok. Bukan aib. Bukan dosa.
Bukan sesuatu yang harus ditutup-tutupi. Asal jangan
vulgar. Jangan ngobral. Jangan norak. Jujur dengan elegan
gitulah


LARUT TERBAWA PERASAAN



Merasa kasihan dengan diri sendiri. Bawaannya nelangsa
melulu. Seakan dengan ke-jomblo-an itu kita menjadi orang
yang paling malang di dunia. Hidup kita terasa gelap pekat.
Bagai orang yang tergelincir ke dalam terowongan sempit
1000 meter di bawah permukaan laut. Tak secercah pun
cahaya di sana. Tak berujung pula. Bau apek lagi. Sungguh
derita yang sempurna. (anjrid lebay banget)

Jomblo yang kaya gini harus di kasih tamparan, tinjuan, tendangan,
jitakan, kalau nasip malangnya masih kalah galau ama pengungsi lumpur
lapindo... nyanian yang pantas untuk menghibur jomblo yang satu ini adalah
“You’ll never walk alone, Jomblo!!!”
(ngutip lagu “kebangsaannya” kesebelasan Liverpool dari
Inggris). Maksudnya, kan yang ngejomblo nggak cuma dia.
Banyak. Jadi, ya pastilah ada teman gitu. hahha ...

MEMAKSAKAN KEHENDAK



Tiga grade pemaksaan dalam perjombloan:
Grade 1, agak maksa: “Hi, cowok, godain kita dong!” Itu
kalau cewek, kalau cowok, “Hi, cewek, kita godain ya!”

Grade 2, maksa: “Pokoknya gue mesti dapetin doi. Gue
kudu jadian sama doi. Biar gunung-gunung beranjak dan
bukit-bukit bergoyang, doi nggak boleh lepas dari pelukan
gue.” (lalu dibuatlah skenario klasik: bayar preman
kampung buat gangguin doi, lalu dengan gaya Buce Lee,
lengkap dengan “ciatt-nya” yang khas, datang nyelametin
doi; mukulin preman bayaran itu sampai kocar-kacir).

Grade 3, sangat maksa: “Aku nggak bisa hidup tanpa doi.
Nggak bisa. Dunia dan segala isinya nggak berarti bila doi
nggak ada di sampingku. Aku lebih baik mati aja kalau
nggak kimpoi sama doi. Mati aja!! Ya, MAATIII ajaaaaa!!!”


Padahal, segala sesuatu yang dipaksakan (apalagi kalau
sudah menyangkut jodoh) pasti akan lebih banyak
buruknya daripada baiknya. Dengan berusaha sebaik-baiknya dan berserah sebulatbulatnya(serta tentunya berdoa sekhusuk-khusuknya),
maka hidup akan terasa jauh lebih ringan. Kerikil-kerikil di
jalan nggak akan mengganggu langkah hidup kita. Tuhan
pasti lebih tahu apa yang baik buat kita. Percaya deh.

Lanjut....

SIRIK



“Alaaa, dia sih piala bergilir. Lihat aja, bentar lagi juga dia
akan pindah ke pelukan cowok laen. Gua sih amit-amit
dapetin dia!”

“Eh elu tahu nggak, dia itu kan bekas pacarnya teman
sodara teman gue. Nah, kata teman gue, temen gue dari
sodaranya, sodaranya dari temennya yang mantan dia itu,
dia pernah terlibat narkoba tuh. Pernah digerebek polisi
segala. Ortunya sampai jual rumahnya untuk bebasin dia
dari penjara.”

Padahal, ke-sirik-an nggak ada faedahnya, selain akan
membuat kita makin buruk di mata orang lain dan di mata
Tuhan; juga hanya akan membuat kita makin nggak bisa
hargain diri sendiri. Bahkan bisa jadi memperjelek diri
sendiri.
avatar
Jajang_Mustofa
Super Moderator
Super Moderator

Kelas : MI-3D
Angkatan : 2009
Join date : 29.10.11
Lokasi : Bandung
Posts : 143

Kembali Ke Atas Go down

Re: Yang jomblo masuk

Post by qhydhi on Tue Nov 08, 2011 8:28 am

hahah...sayamalah ngakak ngebacanya om...

Ketawa Mangap
avatar
qhydhi
Forum Member
Forum Member

Kelas : 2b
Angkatan : 2010
Join date : 08.11.11
Lokasi : bandung
Posts : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Yang jomblo masuk

Post by Jajang_Mustofa on Tue Nov 08, 2011 9:50 pm

ngakak Ketawa Mangap... puyeng brad..

apa bingung :cringg:

wakakakakka


!...SIGNATURE...!



Member baru harap baca dulu Rules and main point , Terima kasih sudah mau mengikuti Rules "Poltekpos.forumid"


avatar
Jajang_Mustofa
Super Moderator
Super Moderator

Kelas : MI-3D
Angkatan : 2009
Join date : 29.10.11
Lokasi : Bandung
Posts : 143

Kembali Ke Atas Go down

Re: Yang jomblo masuk

Post by parasitboy on Wed Nov 09, 2011 5:20 pm

Ketawa Mangap Ketawa Mangap Ketawa Mangap ngakak baca ama ngeliat gambar ilustrasinya



JUST AN ORDINARY MEN
avatar
parasitboy
Moderator
Moderator

Kelas : TI-3D
Angkatan : 2009
Join date : 09.11.11
Lokasi : atas tanah bawah langit
Posts : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: Yang jomblo masuk

Post by Fandy_Kusuma on Wed Nov 09, 2011 5:41 pm

TOP dah TOP dah TOP dah
avatar
Fandy_Kusuma
Moderator
Moderator

Kelas : Micro Finance
Angkatan : 2009
Join date : 30.10.11
Posts : 31

Kembali Ke Atas Go down

Re: Yang jomblo masuk

Post by Anonim213 on Sat Nov 12, 2011 2:00 am

Ketawa Mangap hikssss
avatar
Anonim213
Forum Member
Forum Member

Kelas : MI-2D
Join date : 07.11.11
Lokasi : Bandung
Posts : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Yang jomblo masuk

Post by Jajang_Mustofa on Sat Nov 12, 2011 2:12 am

Fandy_Kusuma wrote: TOP dah TOP dah TOP dah

Thnks brad

Atas Jempol kaki.. lol eeeh salah jempol tangan nya wakakakakka wakakakakka


!...SIGNATURE...!



Member baru harap baca dulu Rules and main point , Terima kasih sudah mau mengikuti Rules "Poltekpos.forumid"


avatar
Jajang_Mustofa
Super Moderator
Super Moderator

Kelas : MI-3D
Angkatan : 2009
Join date : 29.10.11
Lokasi : Bandung
Posts : 143

Kembali Ke Atas Go down

Re: Yang jomblo masuk

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik