Selamat datang di Poltekpos.forumid.net Smile

Untuk saat ini konten kami hanya bisa diakses oleh member..
silahkan mendaftar (register) ,Jika anda sudah menjadi member kami silahkan login terlebih dahulu

Gara2 Nyuruh2 Vote gak jelas, Presiden SBY di Sentil "Dewa" Komodo

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Gara2 Nyuruh2 Vote gak jelas, Presiden SBY di Sentil "Dewa" Komodo

Post by Jajang_Mustofa on Mon Oct 31, 2011 8:51 pm

Gara2 Nyuruh2 Vote gak jelas, Presiden SBY di Sentil "Dewa" Komodo



Ajakan Presiden Vote Komodo Dikritik Akademisi

suarasurabaya.net| Ajakan Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI pada menterinya dan publik untuk mendukung Pulau Komodo sebagai satu keajaiban dunia baru lewat vote SMS 9818 dikritik peneliti Komodo dan antropolog.

Prof. Putra Sastrawan peneliti Komodo sejak tahun 1969 yang juga mantan Pembantu Rektor III Universitas Udayana pada suarasurabaya.net, Kamis (20/10/2011) mengatakan tidak etis Presiden melakukan promosi untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta yang tidak punya afiliasi dengan Unesco.

Dikatakan Putra, yang paling dibutuhkan Komodo saat ini adalah konservasi, bukan justru mempopulerkannya, apalagi lewat SMS macam audisi idol. “Komodo sudah populer sejak diterbitkan pada jurnal ilmiah dunia pada tahun 1912. Statistik Kehutanan menyebutkan 95% pengunjung pulau ini adalah orang asing. Artinya, di luar negeri, pulau ini sudah populer,” kata dia.

Selain itu, jelas Putra, diperlukan adanya penguatan stake holders di sekitar habitat Komodo. Saat ini diakuinya, ada penurunan jumlah populasi Komodo sejak penelitiannya tahun 1969 sampai dengan tahun 2000-an. Pada survey periode 1969-1970, jumlah Komodo yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Flores mencapai 5.500 ekor. Pada survey tahun 2000-an, jumlahnya tidak kurang dari 3 ribu ekor.

Selain itu dijumpai fakta berkurangnya makanan untuk spesies ini, menyebabkan terjadinya degradasi ukuran tubuh. Pada tahun 1969 pernah dijumpai Komodo dengan panjang 3,24 meter. Tapi pada penelitian tahun 2000-an, paling panjang hanya 3,12 meter.

Dengan kondisi ini, kata Putra, yang dibutuhkan adalah penguatan masyarakat sekitar agar tetap konsisten menjaga habitat Komodo.

Kritik serupa juga disampaikan Prof. Dr. Laurentius Dyson guru besar Antropologi Fisip Universitas Airlangga. Menurut dia, jika Presiden sampai ikut-ikut mempromosikan Pulau Komodo lewat New7Wonders, sama dengan melakukan pembodohan pada masyarakat.

“Lagi-lagi masyarakat dieksploitasi dengan diajak kirim SMS untuk mendukung sesuatu yang tidak jelas manfaatnya,” kata dia.

Secara etika pun, kata Dyson, tidak etis jika Presiden ikut berkampanye untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta.(edy)

SUMBER


"Dewa" Komodo yg udah membaktikan hidupnya untuk Komodo pun angkat bicara

lagian aneh, bangsa ini lebih seneng bayar Rp 1000 lalu ,Rp 1 untuk dukung VOTE dimana votenya tidak transparan dan uangnya tidak tau dipakai apa?, diabnding menyumbang untuk Taman Nasional komodo, yg populasi Komodonya Berkurang dari tahun ke tahun

secara Resmi pak jero Wacik yg skrng dipindah itu menyatakan Keluar Dari 7 Wonders krn Panitianya minta Rp400 milyar dan mengancam bakal di eliminasi walau jumlah Vote mencukupi.

uang Rp400 milyar ataupun uang hasil Vote SMS lebih baik dipakai untuk meningkatkan infrastrukture Komodo
avatar
Jajang_Mustofa
Super Moderator
Super Moderator

Kelas : MI-3D
Angkatan : 2009
Join date : 29.10.11
Lokasi : Bandung
Posts : 143

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik